Article Detail
VP: Mengeksplore Kosakata Bahasa Inggris dengan Bermain Peran
Pada semester 2 tahun 2026, pembelajaran Bahasa Inggris di kelas VIII diawali dengan materi Narrative Text. Dalam upaya memperkaya pengalaman belajar serta meningkatkan kemampuan speaking peserta didik, guru membagi peserta didik ke dalam beberapa kelompok yang masing-masing beranggotakan sekitar 5–6 orang. Model pembelajaran yang digunakan adalah Project Based Learning (PBL), sehingga setiap peserta didik terlibat secara aktif dalam proses perencanaan, pembuatan proyek, diskusi, hingga presentasi hasil karya.
Kegiatan pembelajaran dimulai dengan apersepsi melalui pertanyaan, “How can you give your best expression in drama performance?”. Pertanyaan ini membantu peserta didik menggali potensi belajar yang dapat dibangun dari rasa percaya diri. Melalui diskusi kelas, peserta didik menyimpulkan bahwa kemampuan berbicara di depan umum tidak hanya ditentukan oleh penguasaan bahasa verbal, tetapi juga oleh rasa percaya diri yang kuat. Ketika kepercayaan diri terbentuk, peserta didik cenderung lebih berani tampil dan menampilkan kemampuannya di depan kelas. Hal ini juga terlihat dari artikulasi, kejernihan, dan volume suara yang menjadi lebih jelas hingga terdengar sampai bangku belakang kelas.
Selama proses perencanaan alur cerita dan penulisan naskah drama yang berlangsung dalam dua pertemuan, peserta didik diberikan ruang untuk berdiskusi, bertukar pendapat, dan mengembangkan ide cerita secara kolaboratif. Dalam kegiatan ini, guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan arahan serta umpan balik agar proses berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Setelah tahap perencanaan dan penulisan naskah selesai, setiap kelompok diberikan waktu untuk berlatih memerankan tokoh sesuai dengan karakter dalam cerita. Kegiatan latihan ini juga berfungsi sebagai stimulus bagi peserta didik untuk memahami blocking panggung dan ekspresi saat melakukan penampilan drama secara nyata.
Sebagai puncak kegiatan, setiap kelompok menampilkan drama Narrative Text di depan kelas. Melalui kegiatan ini, peserta didik berlatih menyampaikan dialog dengan intonasi, ekspresi, dan gerak tubuh yang sesuai dengan karakter cerita. Presentasi drama ini menjadi sarana autentik bagi peserta didik untuk mengaplikasikan kemampuan berbahasa Inggris secara kontekstual sekaligus meningkatkan keberanian tampil di depan umum.
Secara keseluruhan, pembelajaran Bahasa Inggris melalui proyek drama Narrative Text ini tidak hanya memperkuat pemahaman peserta didik terhadap struktur teks dan tata bahasa, tetapi juga memperluas kosa kata, menanamkan nilai kerja sama, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengasah keterampilan berbicara dalam bahasa Inggris secara bermakna dan menyenangkan. (Arp)
-
there are no comments yet
