Article Detail
Anti Bullying dan Narkoba di Sekolah
Dalam rangka mengisi kegiatan kesiswaan setelah Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS), SMP Tarakanita Citra Raya pada hari Senin, 8 Desember 2025 diadakan Seminar Anti Bullying dan Narkoba untuk peserta didik kelas 8. Acara dimulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB dengan narasumber Bapak Hafidz Nur Fajri, S.Psi. dan Ibu Resty Sita Devi, S.Sos. dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang.
Acara dibuka dengan doa, pengantar dari sekolah yang disampaikan oleh Bapak Paulus Paryanto, S.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, pemaparan materi oleh narasumber, tanya jawab selanjutnya ditutup dengan ucapan terimakasih dari sekolah dan doa. Pada pengantar, Pak Paulus menyampaikan ucapan terimakasih atas kerjasama yang sudah dijalin antara SMP Tarakanita Citra Raya dan DP3A Kabupaten Tangerang, semoga tetap bersinergi dalam mendampingi dan membina para peserta didik sebagai anak usia remaja yang perlu diarahkan untuk menghindari bullying dan narkoba.
Seminar ini mengambil tema Masa Depan Cerah Tanpa Bullying dan Narkoba yang pada awalnya Bapak Hafidz Nur Fajri, S.Psi. menjelaskan bahwa dalam bersosialisasi, sangat penting bagi peserta didik untuk bisa mengenali emosi personal (senang, marah, sedih, kecewa, dst.) supaya bisa memahami situasi yang sedang terjadi di sekitar. Selain itu, mereka juga akan bisa lebih baik dalam memegang kontrol atas reaksi perasaan yang akan diberikan. Pemaparan materi dilanjutkan dengan selingan-selingan berupa simulasi dari beberapa permasalahan yang ada dalam pergaulan para remaja.
Bapak Hafidz juga menekankan bahwa definisi umum dari bullying adalah tindakan agresif yang disengaja dan berulang untuk menyakiti, mengintimidasi, atau merendahkan orang lain, menggunakan kekuatan lebih, bisa secara fisik, verbal (kata-kata), sosial (mengucilkan), atau psikologis (manipulasi), dan sering terjadi di sekolah, tempat kerja, atau dunia maya (cyberbullying), menimbulkan dampak negatif serius bagi korban seperti trauma dan penurunan prestasi.
Pada kesempatan yang sama, narasumber ke dua Ibu Resty Sita Devi, S.Sos menghimbau peserta didik untuk segera melaporkan ke pihak berwenang dalam tindak bullying ataupun pelecehan seksual jika mereka pernah mengalami hal tersebut supaya bisa segera dibantu oleh mereka. Jika tidak tertangani dengan benar, maka akan memberikan dampak kepada pelaku, korban, dan saksi:
a. Dampak kepada pelaku:
Perilaku merokok serta konsumsi NAPZA dan alkohol, perilaku agresif dan kenakalan remaja. Remaja diminta untuk menghindari konsumsi NAPZA agar masa depan mereka penuh dengan hal-hal positif yang berguna di masa depan.
b. Dampak kepada korban:
Tekanan emosional yaitu munculnya emosi negatif secara intens, self-esteem menurun (tidak percaya diri dan memiliki penilaian buruk terhadap diri sendiri), kehilangan minat pada kegiatan yang disukai atau semangat hidup, risiko munculnya gangguan mental
c. Dampak kepada saksi:
Risiko kecemasan dan depresi, merasa takut dan bingung serta merasa bersalah, menganggap “bullying” adalah hal yang wajar, risiko ikut menjadi pelaku bullying
Seminar dilanjutkan dengan sessi tanya jawab dari peserta didik. Secara antusias peserta didik menanyakan banyak hal terkait dengan anti bullying dan narkoba ini. Antusias dan semangat dari para peserta didik menandakan bahwa kegiatan serupa perlu senantiasa diadakan di sekolah-sekolah sebagai ajang edukasi nilai-nilai di luar akademis, dan dapat menjadi bekal kehidupan mereka di masa yang akan datang.
Pada bagian akhir dikatakan bahwa peserta didik harus bisa belajar mengenal emosi personal serta menyeleksi mana yang baik dan buruk untuk proses pertumbuhan karakter unggul. Pemahaman dasar atas emosi personal ini tentunya juga akan sangat membantu dalam menghadapi situasi bullying yang terjadi karena mereka akan bisa lebih tahu cara membedakan perilaku baik dan buruk serta dampaknya bagi diri sendiri dan orang lain. Selain itu, melatih rasa empati dan simpati, jadi saat melakukan tindakan bisa dipikirkan dulu secara bijaksana supaya tidak melukai diri sendiri maupun orang lain. (Sn)
-
there are no comments yet
