Article Detail


VP: Wawancara untuk Mendapatkan Data Mentah dalam Riset

Komunikasi merupakan kegiatan sehari-hari yang membutuhkan keterampilan. Seni berbicara harus diolah dan dipelajarari terus menerus dan sampai kapan pun. Apa yang dilakukan peserta didik kelas VII SMP Tarakanita Citra Raya adalah melakukan kegiatan wawancara dengan narasumber yang dipilih. Kegiatan wawancara ini sebagai cara untuk belajar komunikasi yang tepat dan baik. Komunikasi tidak hanya satu arah, melainkan dua arah.

Pada materi bahasa Indonesia membuat teks berita. Sebelum peserta didik membuat teks berita, mereka menyusun kerangka terlebih dahulu. Kerangka dimaksudkan untuk menentukan arah. Pertama, menentukan topik wawancara. Topik wawancara harus dekat dengan kondisi dan situasi peserta didik sehari-hari. Misalnya: cara belajar efektif, membentuk pola hidup yang sehat, menjaga kebersihan sekolah, efektivitas gerakan anti plastik dan sterofoam, dan lain-lain. 

Kedua, menentukan narasumber. Narasumber yang dipilih harus sesuai dengan topik wawancara. Tantangan menarik dari pengalaman peserta didik adalah memilih narasumber yang sesuai dengan topik. Narasumber dapat dipilih disekitar sekolah. Ada  yang memilih mewawancarai guru, karyawan, anggota OSIS, penjual makanan di kantin sekolah, satpam, dan teman. Selain itu, mereka harus menentukan waktu dan tempat wawancara. Dalam pelaksanaannya pun menemukan kendala. Waktu yang harus berubah dari janji karena kepentingan masing-masing individu. Namun, justru hal ini membuat mereka menentukan strategi yang tepat untuk menyelesaikan tugas ini.

Ketiga, peserta didik berlatih berkomunikasi yang baik dan tepat. Sebelum melakukan wawancara, mereka berlatih besama kelompok. Melakukan wawawancara bukan sekadar membaca pertanyaan, melainkan merangkai ide dari topik yang dilih. Berlatih bersama kelompok membuat situasi hidup. Setiap peserta didik saling memberi masukan pada latihan wawancara. Melalui latihan, peserta didik diharapkan untuk memiliki kesiapan dari dalam diri dan meningkatkan kepercayaan diri.

Pada proses persiapan, pelaksanaan, dan hasil menjadi tolok ukur penilaian. Peserta didik dan guru membuat kesepakatan kelas tentang nilai kerjasama. Kesepakatan ini berisi, “Semua harus berpartisipasi dari persiapan, pelaksanaan, dan mengolah hasil. Apabila tidak melakukan salah satu proses, secara otomatis tidak dapat melanjutkan ke proses selanjutnya. Konsekuensi harus dilakukan dan wajib dipatuhi.” Melalui kesepakatan, peserta didik belajar untuk serius dan menyusun strategi dengan baik agar semua anggota kelompok dari awal sampai akhir bersama.

Kedisiplinan juga menjadi kunci penting dalam bekerjasama dalam kelompok. Banyak cerita yang menggembirakan dan tantangan tersendiri bagi peserta didik untuk memperoleh hasil wawancara. Tugas wawancara bahasa Indonesia bukan semata-mata hanya untuk memperoleh nilai berupa angka, tetapi membentuk karakter peserta didik selaras dengan nilai-nilai Tarakanita. (Eas)

Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment